Antara Sunrise dan Sunset

Pagi ini terasa lebih dingin. Mendung sisa hujan semalam nampaknya lebih kuat membekap hari yang masih muda alias masih pagi buta. Dari tempatku berada saat ini, sunrise dipenghujung 2012 seperti kewalahan dan malu untuk menampakan ke elokanya.

Ah mungkin nanti sore akan berganti indah bersama sunset dipenghujung tahun. Akupun melewatkan pagi tanpa sunrise yang tak berhasil ku lihat.

Ketika aku sampai di sore hari, ternyata senja datang bersama hujan. "Wah nggak mungkin niy melihat pertunjukan senja di penghujung tahun", pikirku.

Aku senang sekali memperhatikan perubahan-perubahan angkasa ketika matahari muncul ataupun menghilang. Sebetulnya sudah cukup lama aku terpesona dengan proses kehadiran dan kepergian matahari. Selalu memberikan panorama yang ajaib pada indera mata dan sanubari.

Hanya saja di Jakarta agak sedikit lebih sulit menikmatinya. Kebisingan kota dan bangunan seakan melenyapkan keindahan itu karena seringnya terhalang bangunan. Pandangan kita pun jauh berkurang untuk sampai di batas horizon.

"Namun bisa jadi beruntung buat yang bekerja digedung tinggi dan pas menemukan spot untuk melihat sunrise/sunset Jakarta", batinku. Namun dimana ya? Aku belum pernah menemukanya. Well bisa jadi di daerah Pluit, pas pinggir pantai. Ada banyak pula condominium menjulang tinggi dan pantai luas. Bisa jadi salah satunya menjadi tempat asyik untuk melihat pertunjukaan pagi dan atau senja.

Aku senang menyebutnya pertunjukan. Karena layaknya sebuah pertunjukan. Ada yang menciptakannya dan mengaturnya. Ada pula panggung besar, banyak pemeran, latar gambar yang sensasional, ada latar suara cetar membahana dan lembut, ada penonton dan lain-lain. Harmoni itu semua melahirkan keindahan yang luar biasa.

Pernah aku mendapatkan satu moment sunset. Saat itu senja diujung horizon terlihat awan tipis yang berlapis. Awan awalnya berwarna putih perlahan berubah menjadi keemasan dan puncaknya berubah menjadi orange dan merah mateng bersama menghilangnya matahari. Amazingnya perubahan itu terjadi bersamaan dengan azan magrib yang berkumandang. Ketika azan selesai, berakhir pula warna merah matengnya alias mengilang perlahan. Sekitar 5 menit yang cool dan bikin merinding. "Oh sunset mungkin jawaban alam atas panggilanNYA", kata hatiku.

Sunset memang terlihat lebih magis romantis. Dari yang awalnya terang perlahan menjadi gelap bersama perubahaan-perubahan dan pendaraan warna-warna eksotik dicakrawala. Lengkap dengan alunan azan magrib yang menggetarkan. Ngga ada peristiwa menghilang yang sungguh luar biasa selain sunset. Selalu berhasil dengan cara yang apik mengantar siang pergi. 

Sementara sunrise terlihat lebih powerfull optimis dimataku. Sunrise dengan kekuatanya bertugas membuka hari dengan keindahan dan menebarkan aroma semangat. Sunrise juga hadir sebagai pemandangan cantik yang lahir saat matahari mulai keluar. Pendaran warna yang keemasaan hingga merah bersinergi dengan kabut putih yang menyelimuti. Sungguh panorama luar biasa yang senantiasa Tuhan berikan pagi-pagi benar untuk umat manusia.

Bukit Sikunir didaerah dataran tinggi Dieng Wonosobo Jawa Tengah adalah salah satu spot luar biasa menyaksikan sunrise dari ketinggian sekitar 2700mdpl. Sementara  di desa Setumbu ada bukit Punthuk Setumbu di Magelang Jawa Tengah setinggi 400mdpl yang tidak kalah ok untuk menangkap sunrise di balik candi terbesar di dunia, Candi Borobudur yang eksotis magis.

Well sunrise dan sunset adalah sedikit keindahan dunia yang diperlihatkan setiap hari pagi dan sore untuk menemani manusia dan seluruh mahluk dari sang Maha Rahman dan Rahim. 

Semoga esok kita masih dapat melihat dan menikmati sunrise dan sunset 2013.

Komentar

Postingan Populer